One Finger Sablon Kaos


Kehadiran sejumlah Jasa Sablon Kaos yang saling ‘perang harga murah’ kerap dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengeruk pundi-pundi rupiah, terutama orang lapar ide bisnis dan jago nge-desain. Mereka sanggup menjual aneka produk kaos keren orisinil meski keterbatasan modal untuk beli peralatan cetak dan menyewa tenaga kerja.

Bisnis kaos desain orisinil dengan target konsumen ‘anak muda’ tergolong sangat menjanjikan. Seperti diketahui, mereka rela bayar mahal demi mengenakan kaos enggak pasaran. Artinya, desain terbatas ‘limited edition’ dan peluang sangat tipis bertemu kembaran atau orang yang mengenakan kaos serupa. Selain itu potensi bisnis dapat dikembangkan lebih luas untuk memproduksi kaos couple (pasangan) dengan kuantitas terbatas demi ciptakan kesan eksklusif.

Banyak sekali pihak memanfaatkan jasa sablon kaos untuk menekuni bisnis sandang meski kesulitan modal. Tertarik? Gampang sekali agar terlibat! Syarat utamanya yaitu lihai mengolah gambar dengan bantuan aplikasi di desktop atau gadget sejenis untuk menghasilkan desain orisinil ‘layak jual’. Orang rela merogoh duit untuk beli sebuah kaos karena ketertarikan pada desain kemudian dipengaruh faktor lain seperti kualitas kaos dan cetakan sablon.

Tentukan desain sablon kaos

Umumnya jasa sablon kaos menerima desain buatan calon konsumen kemudian langsung mengerjakan sesuai permintaan. Membuat desain layak jual itu susah-susah gampang. Proses pengerjaan bisa secepat kilat saat kepala dipenuhi beragam ide fenomenal, begitu pula sebaliknya ketika tak satupun ide melintas. Berikut ini beberapa gambaran sederhana mewujudkan suatu ide menjadi sebuah desain orisinil.

Kaos jajanan pasar
Glenn Ardiansyah -owner kaos merek Japarr- menjual desain unik yang disukai konsumen kaos distro. Ia menawarkan kaos berdesain jajanan pasar khas Indonesia seperti lemper, onde-onde, singkong goreng dan masih banyak lagi. Semua makanan tersebut di-visualisasikan dalam bentuk kartun yang menggugah selera konsumen untuk membeli lalu memakainya, bukan memakannya. Ide desain jajanan pasar tergolong segar, agak nyeleneh tapi unik.

Kaos tokoh nasional
Indonesia punya banyak tokoh nasional yang mengorbankan diri demi kemajuan bangsa. Mereka berasal dari berbagai elemen seperti sejarah, budaya dan seni. Beberapa desainer memperkenalkan kembali desain tokoh nasional dengan keunikan tersendiri, entah itu olah foto ataupun penggambaran ulang berbentuk kartun. Kaos tokoh nasional menarik minat konsumen ‘anak muda’ terpelajar yang bangga dengan identitas bangsa

Kaos kutipan kata
Kutipan kata ‘inspirasional’ ataupun ‘nyeleneh’ masih punya peluang besar untuk menggaet konsumen, tengok saja kesuksesan Joger atau Dagadu. Desain gambar tidak perlu rumit, cukup sederhana supaya tulisan gampang terbaca jelas oleh orang lain yang melihatnya.

Kaos meme
Meme tidak hanya menghiasi layar monitor, beberapa desainer pun nekat membawanya ke dunia maya dan sukses besar. Komik pendek lucu, inspirasional dan nyentil paling banyak disukai konsumen. Mereka sengaja mengenakan itu sebagai ‘pesan sosial’, hampir sama seperti kaos kutipan kata tapi lebih enak secara visual.

Tentukan jenis bahan & jasa sablon kaos

Usai mengoleksi beberapa desain ‘layak jual’, langkah selanjutnya tinggal menentukan jenis bahan dan teknik cetakan yang ditawarkan oleh Jasa Sablon Kaos. Untuk pemilihan kaos disarankan memakai Cotton Combed 24s, bahan tidak terlalu tipis dan tidak terlalu tebal yang terkenal nyaman plus lembut di permukaan kulit.

Sementara itu pencetakan desain bisa memakai teknik Direct To Garment (DTG) dimana proses produksi lebih cepat dan hasil cetakan terpampang sempurna di permukaan kain kaos. Jika tak ingin merugi akibat barang tak laku di pasaran coba pasarkan dengan konsep pre-order atau produksi sesuai kuota pemesan. Selain efektif menerka besaran untung atau rugi, kaos hasil produksi lebih berkesan eksklusif alias enggak pasaran.

Candi Klero

Candi Klero disebut juga candi Tengaran berada di dusun.Ngentak, Desa.Klero, Kec.Tengaran, Kab.Semarang. Letak bangunan kira kira 500 meter dari jalan raya Semarang arah Solo. Karena jalan menuju candi yang sempit dan melewati kebun warga, mengesankan jauh dari jalan raya.

Bangunan ini merupakan peinggalan umat hindu, ini bisa dibuktikan dengan adanya alat upacara berupa Yoni dan Arca Siwa. Arca Siwa sudah diamankan dan disimpan oleh Dinas Purbakala Jawa Tengah di Semarang. Meski begitu candi ini berdiri sendiri, yang tidak biasanya kalau candi Hindu sering di jumpai dengan bangunan candi lain di sekitarnya.

Struktur bangunan candi lebih rendah sekitar satu meter dari tanah sekitar, sehingga sekiling candi dilakukan penggalian yang lebarnya 14 akali 14 meter. Tinggi candi dari teras penggalian atau dasar candi kurang lebih 4 meter. Bangunan candi terlihat berundak atau tingkat. Tingkat pertama sebagai dasar candi yang tingginya sekitar 1.4 meter dengan lebar kurang lebih 4 x 6 meter yang berfungsi sebagai teras. Bagian atasnya adalah candi itu sendiri yang didalamnya terdapat yoni.

Mbah Lumpang Kenteng
















Dikenal Khur Bakhur /Yoni




Address: Klero, Tengaran, Semarang, Central Java 50775

Location on Gmap


Trouble Shooting Motor & Solenoid for Equalizer Hydraulic Pumps

Basic Trouble Shooting
Motor & Solenoid for Equalizer Hydraulic Pumps


Uni-Directional Pumps 12 VDC Equalizer Pump Numbers 2015, 2017, 1551, 1531, 2016, 2142, 1636

These uni-directional (motor only runs one direction) units can be identified as having one motor solenoid. The trouble shooting for these motors and solenoids are basically the same, regardless of the application.

Troubleshooting:
Locate the two large terminals on the motor solenoid. Using a screw driver or pliers- short toge ther the two large terminals.  If the motor does not run, then there is one or more of the three below possibilities

1.    There not enough power (12VDC positive) to the battery terminal on  the motor solenoid to make the motor run. Measure for voltage at the battery cable terminal on the solenoid using a digital multi-meter. The voltage should be battery voltage (12.5 VDC). When shorting the terminals as above, the voltage should not fall below 11.0 VDC. If the voltage is low, check the battery conditi on and the supply cable and its connections. Replace or repair as needed. Depending on the pump and motor combination -up to 160 Amperes @ a minimum of 10.5 VDC may be required to run the motor. The power and ground connections to these units should be a minimum 4 gauge cable and may need to be larger if the run is over 12 feet. Check the owner’s manual for specific recommendations.


2.    There is a poor or no ground (12 VDC negative) to the motor. On most of these units the motor grounds through the case to the port plate (center section of pump). The port plate will have a grounding stud that should have a heavy wire or cable, grounding the pump assembly back to the battery or the frame. Some motors will have a ground stud at the end of the motor, which should have a heavy cable connected back to the pump ground stud. If a frame ground is being used, check the connection from the negative side of the battery to the frame.

3.     The motor is defective. You will need to check the motor chart for the proper motor for these units.




If the motor does run (when terminals are shorted) then there is one or more of the below three possibilities.

1.     The solenoid is not receiving voltage to the exciter” terminal. This is one of the two small terminals on the motor solenoid. Generally this terminal will have a blue wire attached to it. Using a digital meter measure for voltage applied to it when an extend command and retract command is given from the switch or control panel. There should be a minimum of 10.5 VDC applied to it when attempting operation.

2.     The solenoid is not grounded: The other small terminal should have a wire that goes to the pump ground stud.

3.     The solenoid is defective. Order part # 1444 from Equalizer Systems.Note: A quick tip that can check items 1, 2, & 3. Using a short piece of wire, apply 12 VDC positive from the battery terminal on the motor solenoid to the small terminal (blue wire) on the motor solenoid. If the solenoid pulls in and the motor runs -both the motor and solenoid are good. Check the control circuit for issues.

4.     The above trouble shooting procedures will work on any Equalizer Systems Uni-directional system- including those using SPX or Fenner units (except for those using the Fenner Smart Start Solenoid). The stated wire colors may vary on these units. There are many different motors used on the above units. It is required that the numbers from the pump be provided or checked against the motor chart to determine the proper motor. If numbers are not available, send a photo to equalizer for identification. All of these units will use solenoid # 1444 except for SPX units with the smart start which use #7055

Bi-Directional Pumps 12VDCEqualizer Pump Numbers 2390, 2532, 2542

These bi-directional units control the direction of hydraulic cylinders (extend or retract) by the direction that the motor turns (clockwise or counter-clockwise). These units can be identified as having two motor solenoids. They are 3.7 inches in diameter- wound field motors and have two power input studs located in the side of the case. One of these studs is for extend the other is for retract. The ground for the motor is through the case.

Trouble Shooting
No Run Extend:
Locate the two large terminals on the motor solenoid that has a blue wire attached to one of the small terminals. This is the extend solenoid. Using a screw driver or pliers short together the two large terminals on this solenoid. The motor should run.
No Run Retract:
Locate the two large terminals on the motor solenoid that has a Green wire (there are some single function jack units on trailers that this wire will be black) attached to one of the small terminals. This is the retract solenoid. Using a screw driver or pliers, short together the two large terminals on this solenoid. The motor should run.



If the motor does not run then there is one ormore of the three below possibilities.

1. There not enough power (12VDC positive) to the battery terminal(s) on the   motor solenoid(s) to make the motor run. Measure for voltage using a digital multi-meter. This power should come from the vehicle battery. Locate the cable and its connections replace or repair as needed. Depending on the pump and motor combination up to 160 Amperes @
 a minimum of 10.5 VDC may be required to run the motor. The power and ground feed to these units should be a minimum 4 gauge cable.
2. There is a poor or no Ground (12 VDC negative) to the motor. On these units the motor grounds thru the case to the pump port plate (center section of pump). The port plate will have a grounding stud that should have
a heavy wire or cable grounding the pump assembly back to the battery or the frame. If a frame ground is being used check the connection from the negative side of the battery to the frame.

3.     The motor is defective. Order motor # 2605.

If the motor does run (when terminals are shorted) then there is one or more of the below three possibilities.

1.The solenoid(s) is not receiving voltage to the exciter” terminal(s). This is one of the two small terminals on the motor solenoid. Generally the extend terminal will have a blue wire attached to it and the retract terminal will have a green wire to it. Using a digital multi-meter, measure for voltage applied to the blue or green when an extend command or retract command is given from the switch or control panel. There should be a minimum of 10.5 VDC applied to the blue or green wires when attempting operation.
2. The solenoid is not grounded: The other small terminal on the solenoid(s) should have a wire that goes to the pump ground stud.
3. The Solenoid is Defective. Order part # 1444 from Equalizer Systems.
Note: A quick tip that can check items 1, 2, & 3.Using a short piece of wire, apply 12 VDC positive from the battery terminal on the motor solenoid to the small terminal (blue wire for extend, green wire for retract) on the motor solenoid(s). If the solenoid pulls in and the motor runs- both the motor and solenoid are good. Check the control switch or control circuit for the issue. This is done by measuring for voltage at the blue wire for extend, or the green wire for retract when trying to operate from the control switch. The measured voltage should be a minimum of 10.5 VDC. If there is no voltage or low voltage, check the control circuit.

On bi-directional pumps, the motor could be good in one direction but not the other. It is best to test it both ways. Pump 2390, 2532, & 2542: Motor part #2605 Solenoid part #1444 (of which there are two)



Bi-Directional Pumps 12VDC Equalizer Pump Numbers 2727, 2754 Using 70 amp Cole Hearse Relays (These were used only on trailer jacks)

Bi-directional pump units control the direction of hydraulic cylinder(s) (extend or retract) by the direction that the motor turns (clockwise or counterclockwise). These motors are polarity reversing with permanent magnet fields. The motor direction is controlled by switching polarity to the two terminals at the end of the motor. Donot attempt to “jump” or short the relays on these units for testing- As a dead short to ground could occur and damage the relays and the wiring. The use of a volt meter is required for testing. Power and ground may be applied directly to the motor terminals for testing only if the leads from the relays (2) are disconnected from the motor terminals. One of the relays is energized for extend- the other one is for retract.

Trouble Shooting
No Motor Run in Either Direction (Extend or Retract):
Using a digital multi-meter, measure for voltage across the two motor terminals at the end of the motor when pressing the switch to extend and retract. There should be at least 10.5 VDC measured. If voltage is good then the motor is defective. If voltage is low then there is a power supply issue- such as; a week battery, poor connections from the battery to the relays, or poor connections from the relays to the motor.
If there is no voltage then the battery is dead- or the wiring connections from the battery to the relays is defective- or the relays are defective- or the control switch(s), harness is defective.
Motor Runs in Only One Direction (Extend or Retract):
This will be a defective relay- or poor connections to one of the relays- or an issue with the switch and harness assembly. Use a volt meter and measure for voltage at the exciter terminal on each of the relays to determine if the issue is a relay- or the switch or harness. One of the relays will have a small green wire feeding it. This is the retract relay. The green wire should have voltage applied to it when pressing the switch to retract the jack. If there is voltage present and the relay will not ‘click’ on, then the relay is most likely defective. If the jack won’t extend, perform the same test for other the other relay. The extend relay exciter wire is probably white with a black trace. If there is no voltage on one or both of the exciter wires when trying to operate it, then the plug connector or the switch and harness may have an issue.

Power Supply for This Unit:

1.    The positive wire is a heavy red wire- Minimum 10 gauge

2.    The negative is a heavy black wire- Minimum 10 gauge

3.    The power should come from the vehicle battery

4.    If the run is longer than 6 feet, larger gauge wiring should be used

5.    If power is run thru a circuit breaker or fuse -it must be a minimum 60 Amperes

6.    Depending on the pump and motor combination up to 60 Amperes @ a minimum of 10.5
7.    VDC may be required to run the motor

Pump 2727 & 2754: Motor part #2751 Relay part #2735 (of which there are two)



Bi-Directional Pumps 12VDC Equalizer Pump Numbers 2727, 2754, 3040, 3041, 3043 Using Reversing Contactor

These bi-directional units control the direction of hydraulic cylinder(s) (extend or retract) by the direction that the motor turns (clockwise or counterclockwise). These motors are polarity reversing with permanent magnet fields. The motor direction is controlled by switching polarity to the two terminals at the end of the motor. Donot attempt to “jump” or short the relays on these units for testing- As a dead short to ground could occur and damage the relays and the wiring. The use of a volt meter is required for testing. Power and ground may be applied directly to the motor terminals for testing only if the leads from the contactor are disconnected from the motor terminals.

Trouble Shooting
No Motor Run in Either Direction (Extend or Retract):
Using a digital volt meter measure for voltage across the two motor terminals at the end of the motor when pressing the switch to extend and retract. There should be at least 10.5 VDC measured. If voltage is good then the motor is defective. If voltage is low then there is a power supply issue suchas a week battery or poor connections from the battery to the contactor or from the contactor to the motor. If there is no voltage measure for voltage across the plus terminal and the negative terminal on the contactor. Voltage should be 12.5 VDC (battery voltage) if there is no voltage or low voltage then the battery is dead or the wiring connections from the battery to the contactor are defective.

If there is good voltage at the terminals (positive and negative) then the contactor is defective or the contactor is not receiving exciter voltage to the green wire (retract) or the blue wire (extend) or the exciter ground (black center spade terminal) is defective. The Motor Only Runs One Direction:Check for voltage at the green exciter wire on the contactor when pressing a retract switch. Check for voltage at the blue exciter wire on the
contactor when pressing a extend switch. If there is voltage (at least 10.5 VDC) and the contactor won’t “click” in and make the motor run, then the contactor is defective. If there is no voltage to the blue wire when pressing an extend switch orno voltage to the green wire when pressing a retract switch, there is an issue with the control circuit.



Pump 2727, 2754, 3040, 3041, & 3043: Motor part #2751 Contactor part #2994



General Items for All Types of Pumps

1.      There not enough power (12VDC positive) to the battery terminal(s) on the motor solenoid(s) to make the motor run. Measure for voltage using a digital multi-meter. This power should come from the vehicle battery. Locate the cable and its connections replace or repair as needed. Depending on the pump and motor combination up to 160 Amperes @ a minimum of 10.5 VDC may be required to run the motor.

2.    There is a poor or no ground (12 VDC negative) to the motor. On most of these units the motor grounds through the case to the pump port plate (center section). The port plate will have a grounding stud that should have a heavy wire or cable grounding the pump assembly back to the battery or the frame. Some of these units are reversing polarity and the ground is done through one of the motor terminals. If a frame ground is being used to ground the pump (or the contactor or relays), check the connection from the negative side of the battery to the frame.
3.      Exciter voltage: all of these units employ a solenoid or contactor or relays that switch (turn on) power to the motor.If these solenoid(s) or contactor or relays are not receiving exciter voltage from the control circuit, the motor will not run until this is corrected. For Auto-Level systems see trouble shooting guide for Auto-Level.




KOMUNITAS BELAJAR QARYAH THAYYIBAH

Pendidikan Rakyat Alternatif

Berbasis komunitas

Harapan masyarakat desa yang kondisinya masih perlu peningkatan kesejahteraaan tentunya kedepan harus memiliki cita-cita agar sekolah dapat terjangkau, dekat, murah dan memenuhi kebutuhan lingkungannya. Harapan iu tentunya tidak begitu saja digan-tungkan kepada lembaga-lembaga formal pendidikan, namun harus mulai digagas oleh warga, konsep dasarnya adalah sekolah berbasis komunitas/desa (Community Based Schooling) dimana wargalah yang menentukan baik buruknya anak-anak desa kedepan. Pendidikan dikelola bersama dalam sebuah lembaga pendidikan, dimana antara warga desa, pemerintah desa, orang tua murid, guru, anak didik, secara rutin dan terus-menerus mengevaluasi, merencana-kan dan mengawasi secara bersam-sama. Inilah yang disebut dengan pendidikan alternatif yang digagas warga, dikelola bersama, dibesarkan bersama dengan tujuan meningkatkan mar-tabat warga desa itu sendiri.

Sekolahan alternatif ini mendasar-kan proses pemintaranya pada analisis kehi-dupan nyata, adanya kesatuan mengajar dan belajar, mengajar disertai belajar, guru dan siswa adalah tim dan masyarakat desa menjalin persahabatan dengan lembaga sekolahan ini. Kesatuan inilah yang akan membongkar citra bahwa sekolah itu dingin tak berjiwa, birokratis, penyeragaman, asing bagi kaum miskin di pedesaan, dan mem-bosankan bagi guru dan siswa. Tidak ada dikotomi miskin kaya, guru killer (menakutkan), murid nakal, mata pelajaran momok dan sebagainya. Konsep utamanya adalah kegembiraan untuk semua. Alternatif ?

Kejengahan (kejengkelan) terhadap sitem pendidikan yang tidak berpihak pada kaum miskin terutama warga desa menjadi inspirasi Qaryah Thayyibah untuk segera menggagas pendidikan yang dapat menunjang visi gerakannya yaitu “Mewujudkan masyarakat tani yang tangguh yang mampu mengelola dan mengontrol segala sumber daya yang tersedia beserta seluruh potensinya sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan kelestarian lingkungan serta kesetaraan laki-laki dan perempuan”.

Visi jauh kedepan inilah yang kemudian dirumuskan dalam rangka mewujudkan masyarakat tani yang tangguh. Konsep pendidikan alternatif inilah yang diharapkan kedepan menjadi tumpuan bagi anak-anak petani untuk mempercepat proses terciptanya “Desa yang Indah”. Dikatakan alternatif karena selama ini sistem pendidikan kita masih membelenggu, dingin, birokratis, dan tidak berpihak (terutama kaum miskin dan warga desa). Maka sebagai konsep tanding dari sistem tersebut Qaryah Thayyibah menawarkan prinsip pendidikan alternatif sebagai berikut: Prinsip utama, pendidikan dilandasi semangat membebaskan, dan semangat perubahan kearah yang lebih baik. Membebaskan berarti keluar dari belenggu legal formalistik yang selama ini menjadikan pendidikan tidak kritis,dan tidak kreatif, sedangkan semangat perubahan lebih diartikan pada kesatuan belajar dan mengajar, siapa yang lebih tahu mengajari yang belum paham, hal ini kemudian akan didapat seorang guru ketika mengajar sebenarnya dia sedang belajar, terkadang belajar apa yang tidak diketahuinya dari murid. Prinsip kedua, keberpihakan, adalah ideologi pendidikan itu sendiri, dimana akses keluarga miskin berhak atas pendidikan dan memperoleh pengeta-huan. Prinsip ketiga, metodologi yang dibangun selalu berdasarkan kegembi-raan murid dan guru dalam proses belajar mengajar, kegembiraan ini akan muncul apabila ruang sekat antara guru-murid tidak dibatasi, keduanya adalah tim, berproses secara partisipatif, guru sekedar fasilitator dalam meramu kurikulum. Prinsip keempat, Mengutamakan prinsip partisipatif antara pengelola sekolah, guru, siswa,wali murid, masyara-kat dan lingkungannya dalam merancang bangun sistem pendidikan yang sesuai kebutuhan, hal ini akan membuang jauh citra sekolah yang dingin dan tidak berjiwa yang selalu dirancang oleh intelektual kota yang tidak membumi (tidak memahami masyarakat). Prinsip-prinsip inilah yang kemudian diturunkan dalam sebuah konsep pendidikan alternatif, bagaimana guru, pengelola, siswa, sarana penunjang dan lingkungannya saling berinteraksi:

GURU

1. Sebagai syarat utama pendidikan alternatif guru dan pengelola harus memiliki idealisme dan komitmen tinggi untuk selalu berpihak pada kemiskinan dan lingkungan. 2. Guru memahami metodologi pendidikan, punya kerangka berfikir yang terbuka. 3. Menguasai materi yang akan diajarkan, namun tetap menempatkan siswa sebagai tim yang secara bersama-sama berproses dalam belajar, 4. Memahami analisis sosial, sehingga kebutuhan siswa dan masyarakat dilingkungan desanya terpenuhi 5. Memposisikan diri mengajar disertai belajar. Sehingga secara terus menerus memperbaiki kekurangan-kekurangan.

SISWA

1. Pemahaman bukan hafalan, mengetahui tidak sama dengan menelan pengetahuan mentah-mentah 2. Kontekstual, sesuai kebutuhan, pemanfaatan lingkungan sebagai media belajar aktif, dialami sendiri dalam kesehariannya 3. Muncul semangat kebersamaan diantara siswa, bagi yang nakal secara demokratis antar siswa sendiri yang memberikan hukuman, bukan guru. Bagi yang berprestasi secara bersama-sama disepa-kati diberi penghargaan, siapa yang tahu mengajari yang belum tahu, saling mengevaluasi antar siswa. 4. Kecerdasan siswa tidak hanya diukur dari nilai (kecerdasan intelektual), tetapi sejauh mana tingkat emosionalnya dan kecerdasan religinya. 5. Siswa selalu gembira sehingga akan muncul inovasi dan kretifitas karena proses belajar tidak penuh tekanan.

Sarana Penunjang

Sarana penunjang pendidikan alternatif tidaklah mengharapkan gedung yang hebat, pagar tembok tinggi, seragam mewah, namun bagaimana seorang siswa befikir global bertindak lokal. Diantara sarana yang harus ada dan diprioritaskan adalah: 1. IT (Informasi dan Tehnologi), lebih spesifik adalah internet, seorang siswa akan menjelajahi pengetahuan tidak hanya sebatas buku paket, tapi ia akan lebih banyak memahami dan mencari pengetahuannya secara terbuka dan bebas. Internet difamami sebagai perpusta-kaan 2. Pemanfaatan lingkungan sebagai media belajar, siswa secara langsung bersen-tuhan dengan pertanian, home industri, konservasi alam, air, warung desa, dsb 3. Tokoh penggerak desa, ini menjadi penting karena ialah yang menjadi fasilitator sekaligus mediator bagi lembaga sekolah, masyarakat, pemerin-tah lokal, dan orang-orang yang terkait dengan sekolah, dapat dibayangkan jika ia dapat mendorong sebuah desa muncul perdes (peaturan desa) tentang pendidikan (sebagian pajak desa diberikan untuk sekolah tersebut)

Institusi Sekolah

Institusi sekolah dikelola dengan prinsip alam dan lingkungan sebagai laboratorium raksasa, arena hidup yang nyata, plural, terus berkembang dan berubah, prinsip inilah yang menjadi pegangan agar lembaga sekolah selalu dinamis dan progresif dalam perjalananya, tidak mandeg tetapi terus menyesuaikan perkembangan masyarakat.*** Model:

Telah dicoba satu model Pendidikan Rakyat Alternatif berbasis digital yang dikelola dengan manajemen yang effektif dan effisien di Kalibening Salatiga yang telah memasuki tahun II (telah menyelesaikan program pembelajaran satu tahun pertama). Kendati menghadapi tantangan dan hambatan yang cukup berarti terutama tidak adanya dukungan dari pemerintah yang memadai, percobaan ini telah mampu mewujudkan harapan-harapan sebagaimana isi deklarasi Jomtiem (Education For All) dan lebih cepat merespons era digital eranya para millennials.

Best regards

ChemLoen


Sumber http://www.kbqt.org/

PROPOSAL PENAWARAN PENGADAAN BARANG DAN JASA SEKALIGUS KONTRAK SERVICE

PROPOSAL
PENAWARAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SEKALIGUS KONTRAK SERVICE
PENDAHULUAN
Adalah sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang teknik,  penjualan, maintenance, service, jaringan, dan internet. CV. Multi Anugrah  berdiri sejak tahun 2008 didirikan atas kebutuhan pangsa pasar yang semakin meningkat di dunia Informatika, Sehingga untuk menunjang hal tersebut, kami juga mengadakan kerjasama di pengadaan computer new dan second serta kontrak service di instansi antara lain, pendidikan, perkantoran dan lain sebagainya.
Selain itu kami juga telah mempunyai rekanan bisinis bidang komputer di jogja, Jakata dan Surabaya.
DASAR PEMIKIRAN
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi khususnya instansi, sangatlah penting adanya pelengkap kerja, pelengkap pendidikan, ataupun peralatan tambahan. Terutama dalam kegiatan pendidikan, kemampuan untuk lebih memahami dan menguasai, dalam hal ini pengenalan  pengoperasian komputer sejak dini sangatlah penting. Oleh sebab itu, ketersediaan perangkat computer adalah merupakan kebutuhan dalam perwujudannya, sehingga kami mencoba untuk menawarkan kerja sama di bidang Pengadaan, Service, Kontrak Service/Maintenace Computer di institusi, instansi, maupun pendidikan yang bapak/ Ibu pimpin.

TUJUAN

1.      Sehubungan dengan perwujudan pemikiran tersebut, kami memberikan kerjasama Pengadaan, untuk pelaksanaan proses pengenalan dan pembelajaran maupun alat kerja berupa komputer di instansi Pendidikan maupun Perkantoran.
Spesifikasi tertentu harga menyesuikan dan mengikuti harga pasar. Untuk harga paket Cpu + Monitor /LCD Monitor sesuai dengan harga komponen diatas, di tambah biaya perakitan. Harga ditentukan dari hasil negosiasi dan kebijakan penawaran harga.
2.         Pengadaan Sistem internet Speedy, Isp, hotspot dan sistem jaringan
internet untuk perkantoran atau laboratorium

3.         Kerja Sama Dibidang service meliputi : Service CPU, Monitor, Hardisk,
Printer, LCD Monitor, Laptop/notebook, LCD Projektor.
4.         Maintenance atau perawatan, kami menawarkan beberapa paket dengan asumsi biaya  sebagai berikut:

System kontrak.
  • Rp 500.000 / unit / tahun atau Rp75.000/unit/bulan. Tidak termasuk penggantian komponen hanya meliputi service software.
  • Rp 1. 500.000 / unit / tahun atau Rp200.000/unit/bulan. Untuk spesifikasi P4 socet 478, monitor CRT termasuk penggantian komponen (ketentuan berlaku).
  • Rp 2.500.000 / unit / tahun atau Rp350.000/unit/bulan. Untuk spesifikasi P4 Lga Monitor CRT, termasuk penggantian komponen (ketentuan berlaku).
Adapun perhitungan di atas menyesuaikan dengan klarifikasi dan negosiasi minimal harga untuk kontrak perawatan 10 unit.
System Pangilan
  • Instalasi software lengkap  untuk Unit Computer dan laptop/notebook.
  • Pengerjaan  jaringan/lan
  • Pekerjan lain- lain menyesuikan.
PENUTUP
Kerjasama ini kami ajukan dengan harapan dapat membantu (menjembatani) instansi dalam pengadaan fasilitas ,perawatan , perbaikan maupun dalam hal informasi teknologi khususnya komputer.
Kami berharap agar penawaran ini dapat dilanjutkan ke dalam suatu bentuk kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak. Apabila Bapak/ Ibu berminat, kami siap melakukan presentasi dan melakukan pembicaraan lebih lanjut.
Demikian proposal ini kami buat sebagai acuan pertimbangan dalam pengadaan / perawatan komputer di instansi anda.




Contoh Surat Penawaran

SURAT PENAWARAN
                                                                                    Salatiga, 4 Desember 2013 
Kepada Yth :

di
Tempat .

Prihal : Penawaran Kontrak Perawatan Komputer
Lampiran : 1 buah proposal penawaran, , 1 buah company profil perusahaan



Dengan hormat


Bersama surat ini kami mengajukan penawaran kerjasama dalam kegiatan perawatan komputer di instansi sekolah untuk kelancaranya dalam kegiatan pembelajaran dan mengajar.

Sebagai informasi, perusahaan kami telah menangani beberapa sekolahan di Salatiga  untuk masalah pengadaan barang dan jasa sekaligus kontrak service. Oleh sebab itu kami mengajukan penawaran kerjasama dalam kelancaran pengadaan barang dan jasa maupun kontrak perawatan di instansi, kantor , maupun sekolahan
yang Bapak atau Ibu pimpin.


Untuk lebih jelasnya kami lampirkan beberapa lampiran sebagai penunjang penawaran kami
.

Berikut lampiran yang kami sertakan :

1.       1 buah Proposal Penawaran,

2.       1 buah company profil perusahaan
.      
Demikian surat penawaran ini kami ajukan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih

Hormat kami,




Manager Marketing CV. Multi Anugrah

Sirajudin Saleh
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

 

http://www.jhoeydhyn.blogspot.com | |